DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MUSEUM KAYUH BAIMBAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS | |
| PENGARANG | : | NAJWA ROHIMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-31 |
Pendidikan berperan dalam membentuk wawasan, nilai, dan karakter murid agar mampu menghargai warisan budaya. Pada pembelajaran IPS, konsep perlu dikaitkan dengan kehidupan nyata melalui sumber belajar kontekstual, satu di antaranya adalah museum. Museum Kayuh Baimbai di Kota Banjarmasin menyimpan koleksi sejarah dan budaya Banjar serta perkembangan kota Banjarmasin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS untuk membantu murid memahami sejarah lokal secara konkret, menumbuhkan kesadaran identitas daerah serta memperkuat pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan profil Museum Kayuh Baimbai di Kota Banjarmasin; 2) Mendeskripsikan Museum Kayuh Baimbai di Kota Banjarmasin sebagai sumber belajar IPS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan museum tersebut sebagai sumber belajar IPS. Subjek penelitian meliputi pengelola museum, guru IPS, serta pihak yang berkaitan dengan pemanfaatan museum dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data sesuai tujuan penelitian, penyajian data dalam bentuk deskriptif, serta penarikan simpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profil museum mencakup sejarah berdirinya bangunan museum, visi dan misi, serta koleksi museum yang terdiri atas senjata tradisional, peralatan hidup dan teknologi, tulisan, dan gambar mengenai perkembangan Kota Banjarmasin yang mencerminkan kehidupan masyarakat Banjar pada masa lalu; 2) Museum tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar IPS pada materi sejarah lokal kelas VII SMP karena koleksi yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu murid memahami sejarah perkembangan Kota Banjarmasin serta budaya masyarakat Banjar.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa museum tersebut merepresentasikan sejarah perkembangan Kota Banjarmasin dan budaya masyarakat Banjar serta berpotensi sebagai sumber belajar IPS. Keberadaannya diharapkan dapat membantu murid memahami materi secara konkret, mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar, serta menumbuhkan kesadaran terhadap sejarah dan budaya daerah. Dengan demikian, diharapkan agar museum ini dapat mendukung pembelajaran IPS menjadi kontekstual dan bermakna.
Kata Kunci: Sumber Belajar, Museum Kayuh Baimbai, Pembelajaran IPS
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI