DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI MITIGASI RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BAJA | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIFANIE | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-31 |
Proyek konstruksi dengan struktur baja memiliki kompleksitas tinggi dan dikategorikan sebagai proyek berisiko tinggi. Pembangunan Gedung Kantor Bupati Hulu Sungai Selatan Tahap I yang menggunakan material baja sebagai struktur utama mengalami dinamika lapangan berupa 14 kali deviasi keterlambatan dengan rata-rata sebesar -0,87% selama periode kontrak Mei–Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel risiko dominan yang berdampak pada kinerja proyek dari aspek waktu, biaya, dan kualitas, serta merumuskan strategi mitigasi risiko praktis yang efektif untuk diterapkan di lapangan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan campuran (Mixed Methods) dengan desain sekuensial eksplanatori (explanatory sequential design). Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden ahli yang terlibat langsung dalam proyek dan dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII) serta Project Risk Rating (PRR). Pengujian keandalan instrumen dilakukan berbasis Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Exploratory Factor Analysis (EFA) menggunakan perangkat lunak R untuk membuktikan aspek unidimensionalitas kuesioner. Data kualitatif digali melalui wawancara mendalam semi-terstruktur bersama pemangku kepentingan utama guna memperkaya analisis strategi mitigasi. Hasil penelitian berhasil memetakan sebaran risiko di sepanjang siklus hidup proyek dan mengidentifikasi 3 (tiga) variabel risiko paling kritis (kategori Significant/High). Risiko utama tersebut adalah: 1) Kondisi cuaca yang tidak stabil atau ekstrem (D.3) yang berdampak signifikan secara simultan pada parameter waktu (PRR: 11,56), biaya (PRR: 13,24), dan kualitas (PRR: 13,24); 2) Estimasi biaya awal yang tidak akurat (A.5) dengan nilai PRR tertinggi sebesar 13,28 pada aspek biaya; serta 3) Rework (pekerjaan ulang) akibat kesalahan metode konstruksi (D.4) dengan nilai PRR biaya sebesar 10,24. Strategi mitigasi praktis yang dirumuskan mencakup: a) Penyediaan tenda pelindung khusus pengelasan (welding habitat) dan pemantauan harian BMKG untuk mengantisipasi cuaca ekstrem; b) Pelaksanaan design audit independen serta pengadaan Konsultan Individual pendamping PPK guna meningkatkan akurasi biaya hulu; c) Kewajiban pengujian mock-up sambungan kolom-balok, kalibrasi kunci torque secara berkala, serta pengetatan syarat Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) bagi tenaga pengelas (welder); dan d) Optimalisasi forum koordinasi rutin mingguan antarpemangku kepentingan secara hibrida untuk mempercepat penyelesaian kendala di lapangan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI