DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH FORMULASI PUPUK NPK + ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH KERITING DI TANAH ULTISOL
PENGARANG:SAIN MUHAMMAD ALFIAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-31


Sain Muhammad Alfian. 2026. Pengaruh Formulasi Pupuk NPK + Asam Humat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah Keriting di Tanah Ultisol. Pembimbing: Dr. Joko Purnomo, S.P., M.P., Dr. Dewi Erika Adriani, S.P., M.P., Ph.D. Kata kunci : Cabai Merah Keriting, Ultisol, NPK, Asam Humat Banjarbaru. Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman semusim yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan (BPS Kalsel, 2025), produksi cabai merah keriting di Kalimantan Selatan meningkat dari 1.175,6 ton pada tahun 2021 menjadi 2.282,9 ton pada tahun 2022, 2.287,3 ton pada tahun 2023, dan 2.890 ton pada tahun 2024. Tren peningkatan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan cabai yang juga didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan produksi cabai merah keriting perlu terus dilakukan, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia dengan penerapan pengelolaan tanah yang tepat. Tanah Ultisol mencakup sekitar 25% dari total luas daratan Indonesia atau sekitar 45.794.000 ha, dengan sebaran terluas berada di Pulau Kalimantan, yaitu sekitar 21.938.000 ha. Di Kalimantan Selatan, luas tanah Ultisol pada tahun 2023 mencapai sekitar 928.429 ha. Sebaran Ultisol yang sangat luas memberikan potensi besar bagi pengembangan dan perluasan lahan pertanian. Namun, peningkatan produktivitas tanah tersebut memerlukan pengelolaan yang tepat. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah penggunaan bahan pembenah tanah organik, seperti asam humat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai formulasi pupuk NPK yang dikombinasikan dengan asam humat serta menentukan formulasi optimum dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah keriting yang dibudidayakan pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia, dari bulan April hingga Agustus 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu: A = 100% NPK (500 kg ha?¹); B = 75% NPK (375 kg ha?¹) + 25% asam humat (1,25 kg ha?¹); C = 50% NPK (250 kg ha?¹) + 50% asam humat (2,5 kg ha?¹); D = 25% NPK (125 kg ha?¹) + 75% asam humat (3,75 kg ha?¹); dan E = 100% asam humat (5 kg ha?¹). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot kering tanaman, laju tumbuh tanaman (LTT), dan laju tumbuh relatif (LTR), sedangkan variabel hasil meliputi diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot per buah, dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi NPK + asam humat hanya memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam (MST). Perlakuan D (25% NPK + 75% asam humat) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, yaitu 12,85 cm, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan A (100% NPK), sedangkan perlakuan E (100% asam humat) menghasilkan nilai terendah, yaitu 10,45 cm. Tidak terdapat perbedaan nyata antarperlakuan terhadap bobot kering tanaman, laju tumbuh tanaman, laju tumbuh relatif, diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot per buah, maupun hasil panen. Tidak ditemukannya pengaruh nyata perlakuan diduga berkaitan dengan sifat kimia tanah Ultisol yang kurang menguntungkan, yaitu memiliki tingkat keasaman yang tinggi, kejenuhan aluminium yang tinggi, serta kapasitas tukar kation (KTK) yang rendah sehingga membatasi pertumbuhan tanaman. Selain itu, variasi yang cukup besar antarulangan meningkatkan galat percobaan sehingga menurunkan kemampuan analisis statistik dalam mendeteksi perbedaan nyata antarperlakuan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI