DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PERCEIVED WORKLOAD, SKILL MISMATCH, DAN PERCEIVED JOB AVAILABILITY TERHADAP EMPLOYMENT ANXIETY DENGAN PERCEIVED EMPLOYMENT READINESS SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA CALON PEKERJA DI KOTA BALIKPAPAN
PENGARANG:NURHAFSAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-31


Nurhafsah. Pengaruh Perceived Workload, Skill Mismatch, dan Perceived Job Availability terhadap Employment Anxiety dengan Perceived Employment Readiness sebagai Variabel Moderasi pada Calon Pekerja di Kota Balikpapan. Dibimbing oleh Dr. Laila Refiana Said, S.Psi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived workload, skill mismatch, dan perceived job availability terhadap employment anxiety, serta menguji peran moderasi perceived employment readiness pada calon pekerja di Kota Balikpapan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpastian pasar kerja, meningkatnya persaingan kerja, perubahan kebutuhan kompetensi, serta tekanan psikologis yang dialami generasi muda dalam masa transisi menuju dunia kerja.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 278 orang yang terdiri atas mahasiswa tingkat akhir, lulusan baru, dan pencari kerja yang berdomisili di Kota Balikpapan. Responden dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived workload dan skill mismatch berpengaruh positif dan signifikan terhadap employment anxiety, dengan skill mismatch sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling kuat dalam model penelitian. Sementara itu, perceived job availability berpengaruh negatif, tetapi tidak signifikan terhadap employment anxiety. Hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa perceived employment readiness secara signifikan memperlemah pengaruh positif perceived workload terhadap employment anxiety. Perceived employment readiness juga secara signifikan memperlemah pengaruh positif skill mismatch terhadap employment anxiety. Selain itu, perceived employment readiness secara signifikan memoderasi hubungan antara perceived job availability dan employment anxiety dengan arah interaksi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa employment anxiety terutama berkaitan dengan persepsi terhadap tuntutan kerja dan ketidaksesuaian kompetensi. Oleh karena itu, penguatan kesiapan kerja, relevansi kompetensi, dan kemampuan adaptasi penting dalam membantu calon pekerja menghadapi dinamika pasar kerja.

Kata kunci: perceived workload, skill mismatch, perceived job availability, perceived employment readiness, employment anxiety.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI