DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN KEGIATAN FINGER PAINTING DI KELOMPOK B PAUD NEGERI PEMBINA BANJARMASIN TIMUR
PENGARANG:KHAIRUNNISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-31


ABSTRAK

Khairunnisa, 2026. Mengembangkan kreativitas dan motorik halus menggunakan kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction dan kegiatan Finger Painting di Kelompok B Paud Negeri Pembina Banjarmasin Timur. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Maimunah, M.Pd.

Kata Kunci: Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instruction, dan Finger Painting.

            Permasalahan dalam penilitian ini adalah rendahnya kreativitas dan motorik halus   anak dalam mengeksplorasi media dan kegiatan. Penyebab dari adanya permasalahan ini disebabkan karena pembelajaran bersifat satu arah, dan kurangnya kegiatan yang melatih kemampuan motorik halus dan memberikan kebebasan anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Solusi yang diberikan yaitu kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction dan kegiatan Finger Painting. Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis peningkatan kreativitas serta hasil perkembangan motorik halus anak dalam mengeksplorasi media dan kegiatan.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dengan subjek anak kelompok B PAUD Negeri Pembina Banjarmasin Timur berjumlah 16 orang (8 laki-laki, 8 perempuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas anak, dan perkembangan motorik halus anak. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang disajikan dalam tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan I hingga IV meningkat dari skor 16 menjadi skor 26. Aktivitas anak pada pertemuan I hingga IV meningkat dari persentase 25% menjadi 88% dan mencapai kriteria sangat aktif. Kreativitas anak pada pertemuan I hingga IV meningkat dari persentase 25% menjadi 94% mencapai kriteria hampir seluruh anak kreatif. Dan hasil perkembangan motorik halus anak juga meningkat dari persentase 13% menjadi 88% mencapai kriteria berkembang sangat baik.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Direct Instruction, dan kegiatan Finger Painting dapat meningkatkan kreativitas anak dan hasil perkembangan motorik halus anak. Terdapat saran bagi guru sebagai acuan untuk menggunakan model pembelajaran yang efektif, bagi kepala sekolah dapat menjadi referensi dan inovasi, dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan referensi dalam penelitian selanjutnya dengan mempertimbangkan alokasi waktu dan kondisi anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI