DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efektivitas Metode Blended Learning Pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | MARIO CARMELITO GERNADA DALE SOGEN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-31 |
Pemenuhan syarat kompetensi khususnya pada jabatan administrasi atau eselon III dilakukan melalui instrument Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Sejak tahun 2023 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyelenggarakan PKA dengan menggunakan metode blended learning. Penerapan metode ini membawa kendala baru dalam penyelenggaraannya seperti ketidakstabilan jaringan internet serta distraksi urusan kedinasan saat sesi pembelajaran yang kemudian akan berdampak pada tujuan dan hasil dari pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serta faktor-faktor penghambat dari metode blended learning pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dengan Kepala Sub Bidang Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi dan Administrasi, Widyaiswara, Staff Penyelenggara Pelatihan, dan Peserta PKA Tahun 2025 observasi, dan dokumentasi serta data sekunder berupa penelitian, artikel media, berita, hasil diskusi, maupun dokumen resmi yang berhubungan dengan pelaksanaan PKA di BPSDMD Provinsi kalsel, serta hasil survey kepuasan peserta PKA Angakatan 3 tahun 2025 oleh BPSDMD Provinsi kalsel. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman yaitu Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data, serta Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator dengan metode blended learning pada tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kaliamantan Selatan telah menunjukkan hasil yang efektif. Hal ini terlihat dari hasil analisis dari tiga dimensi teori Bowyer & Chambers, yaitu Learner Satisfaction (kepuasan peserta) yang menunjukan tingginya tingkat kepuasan peserta; Learner Engagement (Keterlibatan peserta) yang menunjukan bahwa keterlibatan peserta tinggi di beberapa tahapan, tetapi mengalami penurunan di tahapan yang menuntut kemandirian peserta; dan Course outcomes (Hasil Pembelajaran) yang ditandai dengan tingkat kelulusan peserta yang mencapai 100% serta perolehan nilai akhir dalam kategori “Memuaskan” hingga “Sangat Memuaskan”.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI