DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR MURID PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 10 BANJARMASIN
PENGARANG:NORHALIDA SUPIATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-31


Norhalida Supiati, 2026. Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning Terhadap Minat Belajar Murid Pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 10 Banjarmasin. Skripsi. Jurusan Pendidikan IPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I: Dr. Mutiani, M. Pd. Pembimbing II: Jumriani, M. Pd.

Minat belajar merupakan salah satu faktor yang berperan penting untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPS bahwa kondisi pembelajaran di SMP Negeri 10 Banjarmasin, ditemukan bahwa keterlibatan murid dalam pembelajaran IPS masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya murid yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan memberikan kesempatan kepada murid untuk berpartisipasi secara aktif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan minat belajar murid dapat dilakukan melalui penerapan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif murid dalam memperoleh pengalaman belajar. Satu di antara model pembelajaran yang relevan untuk diterapkan adalah Experiential Learning, yaitu model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman langsung sebagai dasar pembentukan dan pemahaman murid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Experiential Learning mempengaruhi minat belajar murid pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 10 Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 50 murid yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen dua kelas yang ditetapkan sebagai sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket/kuesioner minat belajar murid. Tahapan analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test, serta uji N-gain untuk mengetahui peningkatan minat belajar murid.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Experiential Learning memberikan pengaruh signifikan terhadap minat belajar murid pada pembelajaran IPS. Rata-rata skor minat belajar pada kelas kontrol mengalami peningkatan dari 97,68 menjadi 98,24, sedangkan pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi, yaitu dari 96,04 menjadi 118,28.  Kemudian dari hasil uji hipotesis (uji-t) menunjukkan nilai p-value < 0,001, sehingga nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Sementara itu, hasil uji N-Gain untuk kelas kontrol adalah 0,09 (kategori rendah) dan kelas eksperimen adalah 0,61 (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Experiential Learning pada pembelajaran IPS memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan minat belajar murid di SMP Negeri 10 Banjarmasin.

Kata Kunci: Experiential Learning, Minat Belajar, Pembelajaran IPS

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI