DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMA DI KOTABARU (STUDI MULTI-KASUS SMA NEGERI 2 KOTABARU DAN SMAS GARUDA KOTABARU) | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD HUMAIMIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-01 |
Penelitian ini mengkaji pengembangan profesionalisme guru pada tingkat sekolah menengah atas di Kabupaten Kotabaru. Tujuannya utama studi yakni guna memaparkan bentuk kegiatan, peran kepemimpinan kepala sekolah, strategi implementasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan pengembangannya profesionalisme guru di SMAN 2 Kotabaru dan SMAS Garuda Kotabaru.
Teknik kualitatif yang didasarkan pada metodologi studi multi-kasus diterapkan. Metode-metode seperti analisa dokumen, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif digunakan untuk mengumpulkan data. Informan dipilih melalui metode seperti sampling snowball dan purposive sampling. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu.
Temuan memperlihatkan kedua sekolah memiliki struktur kegiatan pengembangan yang relatif seragam, seperti In-House Training (IHT), Komunitas Belajar, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Namun, SMA Negeri 2 Kotabaru menyelenggarakan IHT dengan frekuensi yang lebih tinggi akibat perbedaan kapasitas anggaran antara sekolah negeri dan swasta. Kepemimpinan instruksional kepala sekolah terbukti menjadi faktor determinan keberhasilan program, di mana kedua kepala sekolah telah menerapkan supervisi klinis yang kolaboratif meskipun pada praktiknya kadang masih berorientasi administratif, khususnya di SMAS Garuda Kotabaru. Dalam implementasinya, sekolah merencanakan program secara berbasis data dan menerapkan mekanisme tutor sebaya guna menjembatani kesenjangan kompetensi antara guru senior dan guru baru. Adapun motivasi intrinsik guru menjadi faktor pendukung utama yang sangat kuat, sementara keterbatasan waktu akibat tingginya beban mengajar dan administrasi menjadi faktor penghambat yang paling konsisten dialami oleh guru.
Secara keseluruhan, program pengembangan profesionalisme di kedua sekolah telah berjalan dengan struktur yang memadai, namun keberhasilan substantifnya masih dibatasi oleh persoalan keterbatasan waktu, pemerataan akses terhadap fasilitas, serta variasi tingkat motivasi individual guru.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI