DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA KERTAS BERGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B2 TK MAWAR BERANGAS TIMUR | |
| PENGARANG | : | NORSYIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-01 |
ABSTRAK
Norsyifa, 2025. “Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Kombinasi Model Project Based Learning dan Direct Instruction dengan Media Kertas Bergambar Pada Anak Kelompok B2 TK Mawar Beragas Timur”. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Celia Cinantya, S.Kom., M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas Anak, Kemandirian Anak, Aspek Motorik Halus
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemandirian dan kemampuan aspek motorik halus anak. Penyebab dari adanya permasalahan ini disebabkan karena pembelajaran yang bersifat satu arah, penggunaan media kurang bervariasi dan kurang menarik dan kurangnya kesempatan anak untuk berlatih keterampilan motorik halus secara langsung. Solusi yang diberkan yaitu melalui kombinasi model Project Based Learning dan Direct Instruction dengan media Kertas Bergambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, dan menganalisis peningkatan aktivitas anak, kemandirian anak, serta hasil aspek motorik halus dalam menggunting sesuai pola.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B2 TK Mawar Berangas Timur dengan jumlah sebanyak 16 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila memperoleh skor ≥23 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥82% “Seluruh Anak Aktif”. Kemandirian anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥82% “Seluruh Anak Mandiri”. Dan hasil pekembangan motorik halus anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥82% “Berkembang Sangat Baik (BSB)” serta secara individu memperoleh rentang skor ≥10 berkategori BSB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan IV aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 28 kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak telah mencapai indikator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 100% kategori “Seluruh anak aktif”. Kemandirian anak telah mencapai indikator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 94% kategori “Seluruh anak mandiri” dan aspek motorik halus telah mencapai indicator keberhasilan pada pertemuan IV dengan persentase 94% anak berhasil mendapatkan kategori BSB.
Dapat disimpulkan bahwa melalui Kombinasi Model Project Based Learning dan Direct Instruction dengan media Kertas Bergambar dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian dan hasil aspek motorik halus anak dalam menggunting sesuai pola. Melalui penelitian ini disarankan penggunaan model tersebut dapat sebagai salah satu alternatif dalam kepentingan pendidikan anak usia dini khususnya untuk pengembangan aspek motorik halus anak dalam mengguting sesuai pola.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI