DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS KOORDINASI MATA TANGAN DAN ASPEK SOSIAL EMOSIONAL BERSIKAP KOOPERATIF MENGGUNAKAN MODEL PIONIR DI TK ISLAM AL-ZAHRAH MARTAPURA
PENGARANG:FIRDA MAHILA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-01


Mahila, Firda (2026). Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Koordinasi Mata Tangan dan Apek Sosial Emosional Besikap Kooperatif Menggunakan Model PIONIR di TK Islam Al-Zahrah Martapura. Sripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Akhmad Riandy Agusta, M.Pd

Kata Kunci: Motorik Halus, Sosial Emosional, Model PIONIR

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru dan anak, kemampuan motorik halus dalam keterampilan mengkoordinasikan mata dan kedua tangan, dan kemampuan sosial emosional anak dalam kemampuan bersikap kooperatif, yang disebabkan oleh pembelajaran yang kurang variatif dan membuat anak cepat bosan, serta rendahnya keterlibatan anak akibat tidak digunakannya model dan media pembelajaran yang menarik. Solusi yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran PIONIR. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, serta menganalisis peningkatan kemampuan motorik halus dalam keterampilan mengkoordinasikan mata dan tangan, dan kemampuan sosial emosional anak dalam kemampuan bersikap kooperatif.

 

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan dengan subjek anak kelompok B TK Islam Al-Zahrah Martapura, berjumlah 13 orang (7 laki-laki, 6 perempuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Pendeketan penelitian menggunakan metode kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas anak, kemampuan motorik halus dan kemampuan sosial emosional anak. Analisi data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan cross tabulasi yang disajikan dalam tabel, grafik danpresentase.

 

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dengan kriteria ”sangat baik” pada pertemuan 1 hingga 4. Aktivitas anak meningkat dari 38% menjadi 92%, kemampuan motorik halus dari 31% menjadi 92%, serta kemampuan sosial emosional meningkat dari 31% menjadi 85%.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PIONIR mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, kemampuan motorik halus, serta kemampuan sosial emosional anak. Penelitian ini disarankan untuk kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya sebagai alternatif penggunaan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI