DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA DALAM BERCERITA MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION, METODE BERCERITA DENGAN MEDIA WAYANG PADA KELOMPOK B2 TK AISYIYAH BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | AZA LEA ANGGARA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-02 |
Anggara, Aza Lea. (2025). Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dalam Bercerita Menggunakan Model Direct Instruction dan Metode Bercerita dengan Media Wayang pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. H. Metroyadi, S.H., M.Pd.
Kata Kunci: Keterampilan Berbahasa, Model Direct Instruction, Metode Bercerita, Media Wayang.
Masalah yang terjadi pada anak Kelompok B2 TK Aisyiyah Banjarmasin adalah rendahnya keterampilan berbahasa dalam bercerita. Penelitian ini dilakukan karena anak masih kesulitan menyampaikan gagasan, kurang percaya diri, kurang aktif dalam pembelajaran, serta mudah bosan ketika guru menyampaikan cerita secara lisan tanpa media yang menarik. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya perkembangan bahasa anak khususnya dalam kemampuan bercerita. Indikator keterampilan berbahasa anak usia dini itu sendiri terdiri dari menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak adalah melalui penerapan Model Direct Instruction, yang dipadukan dengan metode bercerita menggunakan media berupa wayang untuk menarik perhatian dan meningkatkan keterlibatan anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setting penelitian adalah anak kelompok B2 TK Aisyiyah Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 13 anak. Data penelitian terdiri dari data kualitatif yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak, serta data perkembangan keterampilan berbahasa anak menggunakan lembar penilaian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas guru pada setiap siklus mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I memperoleh skor 65% dengan kriteria “Baik”. Kemudian meningkat pada siklus II memperoleh skor 100% dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas Anak juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I mendapatkan persentase 38% yang termasuk pada kriteria “Sebagian Kecil Anak Aktif”, lalu meningkat pada siklus II memperoleh persentase 100% yang termasuk pada kategori “Seluruh Anak Sangat Aktif”. Hasil perkembangan bahasa anak juga meningkat yaitu pada siklus I memperoleh persentase 31% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Direct Instruction dan Metode Bercerita dengan Media Wayang dapat meningkatkan keterampilan berbahasa dalam bercerita pada anak kelompok B2 TK Aisyiyah Banjarmasin. Adapaun saran bagi guru, kepala sekolah, dan peneiliti selanjutnya adalah agar hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam penerapan model dan media pembelajaran yang variatif dan menarik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI