DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Business Model Canvas (BMC) pada Industri Pengolahan Kerupuk Lilit “Pada Suka” di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | RIKY CAHYA MUKTI SENTOSA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-02 |
Analisis Business Model Canvas (BMC) pada Industri Pengolahan Kerupuk Lilit “Pada Suka” di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis industri pengolahan kerupuk lilit ”Pada Suka” dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta mengidentifikasi proses pengolahan kerupuk pada industri tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2025 hingga Februari 2026. Data penelitian, khususnya data operasional dan rincian keuangan, diambil berdasarkan periode produksi selama tiga (3) bulan, yaitu dari bulan Oktober 2025 hingga Desember 2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan metode studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 5 orang informan kunci yang diambil dari populasi pemilik dan karyawan yang memenuhi kriteria kompetensi tertentu. Penelitian ini bertempat di Industri Pengolahan Kerupuk Lilit “Pada Suka” yang berlokasi di Jl. Sidodadi I No.70, RT.01/RW.06, Loktabat Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Hasil penelitian memetakan sembilan (9) blok Business Model Canvas (BMC) pada Industri Kerupuk Lilit “Pada Suka” sebagai berikut: Blok Customer Segments, Pelanggan terbagi ke dalam tiga skala dinamis, yaitu pelanggan lokal (sekitar tempat produksi), pelanggan regional (Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar), serta pelanggan ekspansi luar daerah. Berdasarkan rantai distribusinya, pelanggan mencakup Pedagang Besar (minimal pembelian 2.500 pcs), Agen (minimal 1.000 pcs), Pengecer (minimal 100 pcs), dan Konsumen Langsung rumah tangga. Blok Value Propositions, Menawarkan konsistensi cita rasa khas tradisional yang terjaga sejak berdiri tahun 1989 di bawah pengawasan mutu langsung oleh pemilik. Memiliki jaminan keamanan pangan berupa sertifikasi resmi Halal dan izin P-IRT, serta menyediakan diversifikasi varian produk yang fleksibel meliputi Kerupuk Matang (siap konsumsi), Kerupuk Mentah/kering (daya simpan lama untuk luar daerah), dan Kerupuk Patahan (ekonomis). Blok Saluran (Channels), Menggunakan saluran pemasaran langsung (direct) melalui pembelian mandiri konsumen ke lokasi pabrik atau pesanan via WhatsApp/Telepon, serta saluran tidak langsung (indirect) melalui jaringan mitra pedagang pengecer dan agen pasar tradisional. Promosi masih bersifat konvensional mengandalkan komunikasi mulut ke mulut dan label kontak pada kemasan. Blok Hubungan Pelanggan Menerapkan bentuk pelayanan bantuan personal lewat saluran komunikasi terbuka pada kemasan, memiliki sistem manajemen komplain yang responsif melalui investigasi langsung oleh pemilik, serta memberikan program potongan harga khusus (diskon berjenjang) berdasarkan volume kuantitas pembelian bagi pedagang besar (Rp3.000/bungkus), agen (Rp4.000/bungkus), dan pengecer (Rp5.000/bungkus). Blok Arus Pendapatan, Penerimaan bersumber dari penjualan tiga varian produk selama periode Oktober–Desember 2025 dengan total Rp729.250.000 (Kerupuk Matang sebesar Rp523.000.000, Kerupuk Mentah sebesar Rp189.750.000, dan Kerupuk Patahan sebesar Rp16.500.000). Dari penerimaan tersebut, diperoleh total keuntungan bersih usaha sebesar Rp110.154.750 dalam tiga bulan. Blok Sumber Daya Utama Terdiri dari sumber daya manusia (18 orang karyawan operasional dan pemilik sebagai manajer mutu) serta sumber daya fisik (bangunan pabrik yang merangkap outlet, kendaraan operasional, dan mesin/peralatan produksi seperti mesin cetak, mixer, oven, wajan, dan tabung uap). Blok Aktivitas Kunci, Meliputi aktivitas inti proses produksi makanan secara sistematis (dari penyediaan bahan baku, pembuatan adonan/biang, penggilingan, pencetakan, pengukusan, pengeringan, penggarangan, hingga penggorengan), pemeliharaan kualitas melalui quality control langsung, serta manajemen pelayanan pelanggan dan penanganan komplain. Blok Kemitraan Utama (Key Partnerships): Terdiri dari mitra hulu yaitu para supplier penyedia bahan baku utama dan penolong (tepung tapioka, terigu, garam, bawang putih, minyak goreng, terasi, dan MSG), serta mitra hilir di bidang pemasaran yang meliputi agen, pedagang besar, dan pedagang pengecer di berbagai wilayah distribusi. Blok Struktur Biaya (Cost Structure): Total pengeluaran biaya operasional selama 3 bulan adalah sebesar Rp619.095.250. Terdiri dari Biaya Tetap sebesar Rp143.603.250 (penyusutan peralatan produksi sebesar Rp11.603.250 dan gaji tenaga kerja tetap bagian produksi sebesar Rp132.000.000). Serta Biaya Variabel sebesar Rp475.492.000 (bahan baku utama Rp299.652.000, bahan penolong Rp117.300.000, bahan pengemasan Rp39.280.000, upah borongan tenaga pengemas Rp12.960.000, penggunaan listrik Rp4.800.000, dan bahan bakar minyak/BBM sebesar Rp1.500.000).
Identifikasi alur proses produksi Kerupuk Lilit “Pada Suka” dilakukan melalui tahapan terstruktur: (1) Penyediaan bahan baku (pencampuran tepung tapioka, terigu, dan bumbu halus); (2) Pembuatan adonan biang yang didiamkan semalaman dilanjutkan penggilingan dua tahap; (3) Pencetakan menggunakan mesin otomatis berdiameter 13 cm; (4) Pengukusan menggunakan ebek selama 3–5 menit dengan bahan bakar kayu; (5) Penjemuran matahari langsung selama 8 jam atau oven gas selama 5 jam; (6) Penggarangan selama 5 menit dengan bantuan blower untuk mengurangi kelembapan; (7) Penggorengan dua tahap (wajan suhu rendah lalu wajan suhu tinggi) selama 1 menit hingga mengembang renyah; dan (8) Pengemasan menggunakan plastik sablon transparan informatif dengan sistem upah borongan pekerja sebesar Rp80/bungkus sebelum dipasarkan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI