DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Hubungan Pengetauan, Motivasi, Kepercayaan Diri, Kepedulian Perawat dengan Penerapan Keselamatan pasien di RSD Idaman Kota Banjarbaru
PENGARANG:SYAHRINI DWI SUNDARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-03


Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan karena sekitar 1 dari 10 pasien di negara berpenghasilan tinggi mengalami kejadian yang dapat dicegah selama menerima pelayanan kesehatan. Data nasional, pada tahun 2023 dilaporkan sebanyak 5.710 insiden keselamatan pasien sehingga diperlukan upaya untuk memperkuat penerapan keselamatan pasien. Perawat memiliki peran penting dalam implementasi keselamatan pasien yang dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, kepercayaan diri, dan kepedulian aktif. Peneltian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, motivasi, kepercayaan diri, dan kepedulian aktif perawat dengan penerapan keselamatan pasien di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Sampel penelitian berjumlah 197 perawat yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat ivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki penerapan keselamatan pasien yang baik, pengetahuan baik, motivasi tinggi, kepercayaan diri tinggi, dan kepedulian aktif tinggi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,000), kepercayaan diri (p=0,000), dan kepedulian aktif (p=0,000) dengan penerapan keselamatan pasien. Pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan (Exp(B)=117,498). Disimpulkan bahwa Pengetahuan, motivasi, kepercayaan diri, dan kepedulian aktif berhubungan signifikan dengan penerapan keselamatan pasien. Penguatan faktor-faktor tersebut melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan keselamatan pasien, supervisi, dan komitmen organisasi diperlukan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI