DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PILOT (PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA LOOSE PARTS) PADA ANAK KELOMPOK A TK FATIMAH ZAHRA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NUR LAELA SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Sari, Nur Laela, 2026. Mengembangkan Kemandirian dan Aspek Motorik Halus Anak Menggunakan Model Pilot Pada Kelompok A TK Fatimah Zahra Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D.
Kata Kunci: Demonstrasi, Kemandirian, Loose Parts Motorik Halus, Project Based Learning.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemandirian dan perkembangan motorik halus anak dalam mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan. Hal ini disebabkan karena media pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menantang kreativitas anak. Selain itu, model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya cenderung bersifat umum dan kurang melibatkan anak dalam pemecahan masalah secara aktif. Hal ini membuat anak kurang antusias dan cepat merasa bosan, sehingga latihan koordinasi tangan tidak berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan kemandirian anak, serta menganalisis peningkatan hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menjahit pola.
Pendekatan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 7 anak kelompok A. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian hasil koordinasi gerakan mata dan tangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis serta cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, interpretasi melalui persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ke-1 mendapat skor 19 dengan kategori “Cukup Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat skor 30 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 14% kategori “Hampir Tidak Ada
Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) Kemandirian anak pada pertemuan ke-
1 mendapat persentase 29% kategori “Sebagian Kecill Anak Mandiri” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 86% kategori “Hampir Seluruh Anak Mandiri”. (4) Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 29% dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mencapai 86% anak berhasil berkembang dengan kategori “Berhasil Berkembang”.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan penggunaan model Project Based Learning, metode demonstrasi, dan media loose parts efektif dapat mengembangkan kemandirian dan aspek motorik halus anak dalam mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam merancang pembelajaran PAUD yang aktif dan bermakna.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI