DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KOLASE PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AMALIA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | HERLIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Herliani, 2026. Mengembangkan Kreativitas, dan Aspek Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kolase Pada Anak Kelompok B di TK Amalia Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Pembimbing Dr. Ratna Purwanti, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Demonstrasi, Kolase
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas dan aspek motorik halus anak dalam kemampuan menempel dengan tepat. Hal ini disebabkan karena pembelajaran bersifat satu arah dan kurangnya kegiatan yang melatih kreativitas dan aspek motorik halus anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan kreativitas anak, serta menganalisis peningkatan hasil capaian aspek motorik halus.
Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi,danpenilaian. Analisisdatadalampenelitianini menggunakanteknikdeskriptifanalisissertacrosstabulasiyangdijabarkandengan tabel, grafik, interpretasi melalui persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I hingga IV meningkat dari skor 20 dengan kategori “Baik” menjadi skor 29 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak pada pertemuan I hingga IV meningkat dari persentase 7% kategori “Hampir Tidak Ada Anak Aktif” menjadi 86% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Kreativitas anak pada pertemuan I hingga IV meningkat dari persentase 14% dengan kategori “Sebagian Kecil Anak Kreatif” menjadi 86% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Kreatif”. Hasil capaian aspek motorik halus anak pada pertemuan I mendapat persentase 7% dan terus meningkat hingga pertemuan IV mencapai 93% anak berhasil berkembang dengan kategori “Berkembang Sangat Baik”.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, metode demonstrasi, dan media kolase dapat mengembangkan aktivitas, kreativitas, serta hasil capaian aspek motorik halus anak. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam merancang pembelajaran PAUD yang aktif dan bermakna.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI