DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Pertama Berbasis Gender (Studi Multi Situs Di SMPN 3 Kotabaru Dan SMPN 6 Kotabaru)
PENGARANG:MUHAMMAD HAFIUDIN RIZALDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-03


Muhammad Hafiudin Rizaldi. 2026. Kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Pertama Berbasis Gender (Studi Multi Situs Di SMPN 3 Kotabaru Dan SMPN 6 Kotabaru). Program Magister Administrasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing I. Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M. Pd., Ph. D. II Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc.

 

Kata Kunci: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Gender, Komunikasi Kepemimpinan, Pemberdayaan Guru, Mutu Pendidikan.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Kotabaru dan SMP Negeri 6 Kotabaru. Fokus penelitian meliputi: (1) model kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender, (2) pola komunikasi kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender, dan (3) pemberdayaan guru oleh kepala sekolah berbasis gender dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior, guru junior, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui analisis dalam situs (within-site analysis) dan analisis antar situs (cross-site analysis) dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender di kedua sekolah memiliki karakteristik yang berbeda, namun sama-sama berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah perempuan lebih menonjolkan kepemimpinan partisipatif, transformasional, dan humanis, sedangkan kepala sekolah laki-laki lebih menonjolkan kepemimpinan struktural, direktif, dan berorientasi pada efektivitas kerja; (2) pola komunikasi di kedua sekolah bersifat adaptif dan demokratis. Kepala sekolah perempuan cenderung menggunakan komunikasi relasional dan partisipatif, sedangkan kepala sekolah laki-laki lebih menonjolkan komunikasi formal, tegas, dan berorientasi pada tugas; dan (3) pemberdayaan guru dilakukan melalui pemberian kepercayaan, pengembangan kompetensi, supervisi berkelanjutan, dan dukungan profesional yang berdampak positif terhadap peningkatan profesionalisme, kinerja guru, budaya kolaboratif, dan mutu pendidikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengintegrasikan kepemimpinan transformasional, instruksional, dan manajerial secara adaptif sesuai dengan kebutuhan sekolah. Perbedaan gender dalam kepemimpinan menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI