DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PERILAKU PENGEMIS ONLINE TIKTOK LIVE DI MEDIA SOSIAL DI KELURAHAN KARANG MEKAR, KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR, KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | HASNA FAUZIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Hasna Fauziah. 2025. Persepsi Masyarakat Tentang Pengemis Online Tiktok Live Di Media Sosial Di Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing : RahmatNur.
Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, TikTok Streaming, pengemis online.
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok Live, telah melahirkan bentuk interaksi sosial baru, salah satunya fenomena pengemis online. Praktik ini dilakukan dengan menampilkan cerita pribadi, kondisi kemiskinan, maupun berbagai tantangan (challenge) untuk memperoleh gift dari penonton yang kemudian dikonversi menjadi uang. Fenomena memunculkan perbedaan pandangan di masyarakat karena sebagian menganggapnya sebagai strategi mencari nafkah di era digital, sedangkan sebagian lainnya menilai praktik tersebut sebagai bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran pengemis online di TikTok Live; dan (2) menganalisis tanggapan masyarakat terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tujuh orang masyarakat Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengemis online di TikTok Live dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu pengemis yang memanfaatkan cerita pribadi, seperti kesulitan ekonomi, serta pengemis yang melakukan tantangan (challenge) atau aksi ekstrem sebagai hiburan demi mendapatkan gift dari penonton. Tanggapan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu masyarakat yang mendukung karena menganggap aktivitas tersebut sebagai bentuk kreativitas mencari penghasilan selama tidak melanggar hukum, dan masyarakat yang menolak karena dinilai mengeksploitasi penderitaan, merendahkan martabat manusia, serta memberikan dampak negatif terhadap penggunaan media sosial. Masyarakat, platform digital, dan pemerintah diharapkan meningkatkan penggunaan serta pengawasan media sosial secara lebih bijaksana.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI