DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Earth Terhadap Pemahaman Spasial Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X Di SMK Negeri 2 Banjarmasin
PENGARANG:DINA RAHMAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Dina Rahmawati. 2026. Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Earth Terhadap Pemahaman Spasial Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X Di SMK Negeri 2 Banjarmasin. Pembimbing Utama: Sriwati, M.Pd. dan Pembimbing Pendamping: Fitri Mardiani, M.Pd.

Pemahaman spasial siswa dalam pembelajaran sejarah masih belum optimal. Rendahnya pemahaman spasial siswa tampak dari kesulitan dalam mengenali letak geografis suatu peristiwa, menentukan arah dan jarak, serta menjelaskan hubungan antarwilayah pada konteks sejarah. Sehingga, mengindikasikan diperlukan sebuah media yang menghadirkan visualisasi ruang secara nyata seperti yang termuat pada aplikasi Google Earth. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penggunaan aplikasi Google Earth dalam pembelajaran sejarah, membandingkan tingkat pemahaman spasial siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Google Earth terhadap pemahaman spasial siswa kelas X BCF (Broadcasting dan Perfilman) Di SMK Negeri 2 Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental (Nonequivalent Control Group Design), melibatkan kelas eksperimen (Google Earth) dan kelas kontrol (video pendek) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, dengan instrumen yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, N-Gain Score, dan uji Mann-Whitney U.

Hasil penelitian menunjukkan, pertama, penggunaan Google Earth dalam pembelajaran sejarah terlaksana dengan baik. Kedua, pemahaman spasial kelas eksperimen meningkat dari 16,09 menjadi 17,70 (N-Gain 0,23, rendah), sedangkan kelas kontrol meningkat dari 15,92 menjadi 17,37 (N-Gain 0,35, sedang, lebih stabil). Ketiga, uji Mann-Whitney U (Asymp. Sig. 0,146 > 0,05) menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan, akibat keterbatasan waktu pembelajaran, meski secara kualitatif Google Earth tetap lebih interaktif dan kontekstual. Kesimpulannya, Google Earth berpotensi efektif sebagai media pembelajaran sejarah bila didukung waktu dan pengombinasian dengan media lain yang memadai.

Kata kunci: Google Earth, pemahaman spasial, pembelajaran sejarah, media pembelajaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI