DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH, DAN KOLABORASI PADA MATEMATIKA BERBASIS CTL, MODEL LENTERA, DAN MEDIA DAPUR PECAHAN SDN CINDAI ALUS 2
PENGARANG:RATRI NUR KUSUMA DEWI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Dewi,  Ratri Nur Kusuma. 2026. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kolaborasi pada Matematika Berbasis CTL, Model LENTERA, dan Media Dapur Pecahan SDN Cindai Alus 2. Skripsi Program S1 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Herti Prastitasari, M. Pd.

Kata Kunci   : Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kolaborasi, Model LENTERA, Media            Dapur Pecahan.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi murid pada matematika kelas V SDN Cindai Alus 2 yang disebabkan oleh soal yang digunakan dalam pembelajaran masih bersifat rutin, proses pembelajaran belum membiasakan murid menuliskan penyelesaian soal secara sistematis, serta minimnya kegiatan diskusi kelompok saat pembelajaran. Upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pembelajaran berbasis CTL, model LENTERA, dan media Dapur Pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, dan murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi murid.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian PTK selama empat pertemuan dengan subjek 24 murid kelas V SDN Cindai Alus 2 pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, LKK, dan LKS dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta hasil belajar murid mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan IV, aktivitas guru mencapai skor 27 dengan kategori "Sangat Baik". Persentase klasikal aktivitas murid mencapai 79% ("Hampir seluruhnya aktif"), berpikir kritis 79% ("Hampir seluruhnya kritis"), pemecahan masalah 96% ("Hampir seluruhnya mampu memecahkan masalah"), kolaborasi 83% ("Hampir seluruhnya kolaboratif"), dan hasil belajar 96% ("Hampir seluruhnya tuntas").

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam matematika penggunaan pembelajaran berbasis CTL, model LENTERA, dan media dapur pecahan dapat terlaksana dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi murid. Adapun saran bagi sekolah, guru, murid dan pengawas sekolah adalah agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan pembelajaran berbasis CTL, model LENTERA, dan media Dapur Pecahan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi murid pada matematika.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI