DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Peran Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro dalam Pelestarian Kesenian Kuda Lumping di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tahun 1988-2025. | |
| PENGARANG | : | ANGGIE FITRIANI TASLIM | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-04 |
Anggie Fitriani Taslim, 2026. Peran Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro dalam
Pelestarian Kesenian Kuda Lumping di Kelurahan Syamsudin Noor
Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tahun 1988–2025.
(Pembimbing Utama: Mansyur, S.Pd., M.Hum; Pembimbing Pendamping:
Sriwati, M.Pd.)
Kesenian Kuda Lumping sebagai salah satu warisan budaya tradisional
Indonesia yang perlu terus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Keberadaan
kesenian Kuda Lumping ini mencerminkan sejarah, tradisi, serta nilai-nilai
budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji latar belakang berdirinya Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro,
mendeskripsikan perkembangan kesenian Kuda Lumping, serta menganalisis
peran paguyuban dalam pelestarian kesenian Kuda Lumping dalam kurun waktu
1988-2025.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah.
Dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber lisan, sumber-sumber tertulis
maupun sumber benda peninggalan masa lampau dengan tahapan heuristik, kritik
sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari
informan yang terdiri dari pendiri, anggota paguyuban, serta masyarakat sekitar,
serta didukung oleh sumber tertulis yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro
didirikan sebagai wadah pelestarian budaya oleh masyarakat Jawa di Kelurahan
Syamsudin Noor. Perkembangan kesenian Kuda Lumping dalam paguyuban ini
mengalami dinamika, baik dari segi jumlah anggota, frekuensi pertunjukan,
maupun bentuk penyajian yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Peran paguyuban dalam pelestarian kesenian Kuda Lumping meliputi latihan
rutin, pementasan dalam berbagai acara masyarakat, regenerasi anggota, serta
inovasi dalam pertunjukan tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Faktor
pendukung pelestarian antara lain adanya dukungan masyarakat dan pemerintah,
sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya minat generasi muda dan
pengaruh modernisasi.
Kesimpulan penelitian, Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro memiliki peran
penting dalam menjaga eksistensi kesenian Kuda Lumping sebagai warisan
budaya tradisional di Kota Banjarbaru.
Kata kunci: Paguyuban, Pelestarian, Kesenian Kuda Lumping, Banjarbaru
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI