DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI WISATA KAMPUNG KETUPAT SUNGAI BARU KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:PUTRI ANGGRAINI DEWI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


ABSTRAK

 

PUTRI ANGGRAINI DEWI (2420422320008). 2026. Efektivitas Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wisata Kampung Ketupat Sungai Baru Kota Banjarmasin. Tesis. Program Studi Magister Studi Pembangunan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I : Dian Masita Dewi dan Pembimbing II : Mahyuni.

 

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada sektor pariwisata masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek tata kelola kelembagaan dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberdayaan UMKM di Wisata Kampung Ketupat Sungai Baru, Kota Banjarmasin, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengintegrasikan teori efektivitas dan analisis Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi penyebab permasalahan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku UMKM (tenant), Pemerintah Kota Banjarmasin, dan pengelola swasta (PT Juru Supervisi Indonesia), serta didukung observasi lapangan dan dokumentasi selama tahun 2025 hingga awal 2026. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan UMKM di Wisata Kampung Ketupat berada pada kategori Tidak Efektif. Meskipun pada awal Januari 2025 kawasan ini sempat dihidupkan kembali dengan menampung 17 tenant baru melalui berbagai instrumen bantuan formal, kegagalan struktural terjadi di tingkat input dan proses. Analisis Fishbone mengonfirmasi bahwa ketidakfektifan program dipicu oleh lima aspek krusial: lemahnya kompetensi manajemen pengelola (Man); ketimpangan modal akibat skema komersialisasi swasta yang ekstraktif melalui bagi hasil 10%–15% dan iuran tetap di tengah penurunan omzet massal (Material); tidak adanya evaluasi berkala dan pola pembinaan yang berkelanjutan (Method); penurunan drastis arus kunjungan wisatawan (Environment); serta adanya fenomena kelalaian administrasi birokrasi pasca-transisi politik lokal 2025 (Regulation). Akibat akumulasi disfungsi tata kelola kemitraan publik-swasta (Public-Private Partnership) tersebut, seluruh pelaku UMKM mengalami penghentian operasional kawasan secara total per 1 Desember 2025. Penelitian ini merekomendasikan perlunya restrukturisasi total terkait kontrak kerja sama daerah dan transisi model tata kelola menuju pendekatan berbasis konsorsium komunitas (bottom-up governance) guna menjamin pemulihan ekonomi masyarakat lokal.

Kata Kunci: Pemberdayaan UMKM, Wisata Kampung Ketupat, Efektivitas Program, Diagram Fishbone, Tata Kelola Kemitraan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI