DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PECAHAN MENGGUNAKAN MODEL PBL DENGAN KOMBINASI PENDEKATAN SAINTIFIK DAN TPACK PADA SISWA KELAD IV SDN PELAMBUAN 2 BANJARMASIN
PENGARANG:APRIDA HERLIANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Herliani, Aprida. (2026). Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Menggunakan

Model PBL dengan Kombinasi Pendekatan Saintifik dan TPACK

pada Murid Kelas IV SDN Pelambuan 2 Banjarmasin. Skripsi “ Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat”. Pembimbing Drs. Sunarno, M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Model PBL, Pendekatan Saintifik, TPACK, Pecahan

Rendahnya hasil belajar matematika pada materi pecahan menjadi

permasalahan utama yang ditemukan di kelas IV SDN Pelambuan 2 Banjarmasin. Berdasarkan data hasil observasi tanggal 13 Januari 2026, ketuntasan belajar

murid hanya mencapai 36%, di mana hanya 8 dari 22 murid yang mampu

menyelesaikan soal pecahan dengan benar, di bawah KKTP ≥ 70. Murid juga

masih kurang aktif, belum memahami konsep pecahan secara mendalam, dan

kesulitan menyelesaikan soal cerita. Sebagai solusi, diterapkan model Problem

Based Learning (PBL) dikombinasikan dengan pendekatan Saintifik dan TPACK. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, dan hasil

belajar matematika pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam

dua siklus. Penelitian dilakukan di SDN Pelambuan 2 Banjarmasin dengan subjek

22 murid kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui teknik

observasi dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas murid, dan soal evaluasi hasil belajar. Teknik analisis

data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada setiap aspek. Aktivitas

guru meningkat dari skor 26 (Sangat Baik) pada siklus I menjadi 28 (Sangat Baik)

pada siklus II, mencapai indikator keberhasilan rentang 24– 28. Aktivitas murid

meningkat dari 59% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II, melampaui

indikator ≥80%. Hasil belajar ranah kognitif meningkat dari 45% menjadi 82%, dan ranah psikomotorik juga meningkat dari 45% menjadi 82%, keduanya

melampaui indikator keberhasilan ≥80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model

Problem Based Learning (PBL) dengan kombinasi pendekatan Saintifik dan

TPACK terbukti efektif meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, dan hasil

belajar matematika pada materi pecahan di kelas IV SDN Pelambuan 2

Banjarmasin. Disarankan kepada guru untuk menerapkan model inovatif ini, kepada murid untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan pemecahan masalah, serta kepada sekolah untuk mendukung penerapan model pembelajaran inovatif

guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI