DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR, KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, DAN KERJA SAMA MUATAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PANTING PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 2 NUSA INDAH
PENGARANG:NIDA HELNISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Helnisa, Nida. (2026). Meningkatkan Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Muatan Matematika Menggunakan Model PANTING pada Peserta Didik Kelas IV SDN 2 Nusa Indah. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Herti Prastitasari, M.Pd.

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pemecahan Masalah, Kerja Sama

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika, yang disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang diaplikasikan tidak beragam, permasalahan atau tugas yang diberikan belum berbasis HOTS, dan minimnya kegiatan diskusi kelompok saat pembelajaran. Solusi yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran PANTING. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 4 pertemuan dengan subjek peserta didik kelas IV SDN 2 Nusa Indah, berjumlah 20 orang (11 laki-laki, 9 perempuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes tertulis kelompok dan idividu. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kecendrungan analisis yang disajikan dalam tabel, grafik, dan persentase.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pertemuan 1 memperoleh skor 23 (63,88%) meningkat pada pertemuan 4 dengan skor 36 (100%). Aktivitas peserta didik pertemuan 1 mencapai 40% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 90%. Motivasi belajar pertemuan 1 mencapai 50% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 90%. Kemampuan pemecahan masalah pertemuan 1 mencapai 40% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 85%. Kerja sama pertemuan 1 mencapai 45% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 90%. Hasil belajar pertemuan 1 mencapai 40% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 90%.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PANTING dapat terlaksana dan mampu meningkatkan aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar Matematika peserta didik. Adapun saran bagi sekolah, pendidik, peserta didik, dan pengawas sekolah sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif, interaktif, kooperatif, serta meningkatkan kualitas hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI