DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI DAN KOMUNIKASI MURID MELALUI MODEL PBL, TPS DAN TGT BERBASIS CRT PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN BARAMBAI KOLAM KIRI 3 | |
| PENGARANG | : | INDRIYATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-04 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan keterampilan komunikasi murid kelas IV SDN Barambai Kolam Kiri 3 pada mata pelajaran IPAS. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang belum menggunakan model inovatif, masih didominasi oleh metode konvensional, serta kurangnya keterkaitan materi dengan konteks latar belakang budaya lokal murid. Upaya mengatasinya adalah dengan menerapkan kombinasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Teams Games Tournament (TGT) berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan keterampilan komunikasi murid.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas IV SDN Barambai Kolam Kiri 3 dengan jumlah 24 murid, terdiri dari murid perempuan dan murid laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, serta keterampilan komunikasi murid melalui tes evaluasi tertulis dan lembar rubrik penilaian aktivitas.
Hasil penelitian menunjukan peningkatan yang konsisten setiap pertemuannya. Aktivitas guru meningkat dari 92% pada pertemuan 1 dan mencapai 100% pada pertemuan 3. Aktivitas murid mengalami peningkatan dari 58% menjadi 88%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 58% menjadi 83%. Keterampilan kolaborasi mengalami peningkatan dari 46% menjadi 88%. Keterampilan komunikasi meningkat dari 46% menjadi 83%. Hasil belajar murid menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu dari 53% pada pertemuan 1 menjadi 75% pada pertemuan 2 dan mencapai 96% pada pertemuan 3. Peningkatan pada aspek-aspek tersebut berdampak positif pada ketuntasan hasil belajar murid secara klasikal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses pembelajaran IPAS menggunakan kombinasi model PBL, TPS, dan TGT berbasis CRT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan keterampilan komunikasi murid. Disarankan agar kombinasi model ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI