DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI, DAN KOMUNIKASI MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL LANTAN PADA MURID KELAS IV SDN SUNGAI JINGAH 6
PENGARANG:TYA YUNIAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


ABSTRAK

Tya Yuniar. 2026. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi,     dan Komunikasi Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model LANTAN pada Murid Kelas IV SDN Sungai Jingah 6. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Maimunah, M.Pd.

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, dan LANTAN

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid pada mata pelajaran matematika. Penyebabnya ialah rendahnya aktivitas murid dalam proses pembelajaran, belum digunakannya model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi murid, serta terbatasnya penunjang pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar murid dan kurangnya kesiapan murid dalam menghadapi tantangan pendidikan di zaman sekarang. Peneliti menawarkan solusi dengan mengembangkan model LANTAN untuk mengatasinya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi murid, serta hasi belajar murid.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas 4 SDN Sungai Jingah 6 Banjarmasin, yang berjumlah 11 murid, pada semester 2, tahun ajaran 2025/2026 data kualitatif diambil melalui observasi aktivitas guru, aktivvitas murid, serta keterampilan berpikir kritis, koaborasi dan komunikasi, serta hasil belajar murid yang diperoleh dari tes kelompok dan individu. Analisis data disajikan yaitu berupa deskripsi, dan dijabarkan dengan tabel dan grafik.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari skor 30 menjadi 36 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat dari 18% menjadi 100% secara klasikal dengan kriteria “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis murid meningkat dari 27% menjadi 100% secara klasikal dengan kriteria “Sangat Terampil”. Keterampilan kolaborasi murid meningkat dari 18% menjadi 100% secara klasikal dengan kriteria “Sangat Terampil”. Keterampilan komunikasi murid meningkat dari 36% menjadi 100% secara klasikal dengan kriteria “Sangat Terampil”. Peningkatan tersebut turut berdampak terhadap hasil belajar murid yang meningkat dari 18% menjadi 100%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model LANTAN terbukti dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi murid, serta hasil belajar murid. Oleh karena itu, disarankan untuk kepala sekolah guru dan pengawas sekolah untuk mempertimbangkan model ini sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI