DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI DAN PEMAHAMAN KONSEP MENGGUNAKAN MODEL PROCONT GAMES DI KELAS IV SDN BENUA ANYAR 8
PENGARANG:NIDAUL HUSNA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Husna, Nidaul, 2026. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Pemahaman Konsep IPAS Menggunakan Model Procont Games di Kelas IV SDN Benua Anyar 8. Skripsi Program S1 Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Maimunah, M.Pd. Kata Kunci :Berpikir Kritis, Kolaborasi, Pemahaman Konsep, Model Procont Games Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya Keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemahaman konsep murid pada pembelajaran IPAS. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran IPAS yang kurang efektif dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis kolaborasi, dan pemahaman konsep. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pembelajaran menggunakan model Procont Games. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid, serta menganalis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas IV SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin tahun pelajaran 2025/2026, dengan jumlah murid sebanyak 21 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis. Analisis data disajikan yaitu berupa deskripsi dan dijabarkan menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru dapat terlaksana dengan sangat baik dan memperoleh skor maksimal. Aktivitas murid dapat terlaksana dengan kriteria seluruh murid sangat aktif atau memperoleh skor maksimal. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 29% menjadi 100%. Keterampilan kolaborasi pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 38% menjadi 100%. Pemahaman konsep pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 29% menjadi 100%. Hasil belajar pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 33% menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunnaan model Procont Games berhasil dilaksanakan dengan skor maksimal pada aktivitas gurudan murid. Model juga ini mampu meningkatkan Keterampilan berpikir kritis kolaborasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menggunakan model yang dapat meningkatkan aktivitas, Keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI