DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN SELF-DOUBT DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA: STUDI PADA SISWA SMA NEGERI | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD MAULANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-04 |
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Pada masa ini, siswa SMA menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial yang dapat berkaitan dengan munculnya self-doubt. Self-doubt merupakan keraguan terhadap kemampuan diri yang dapat memengaruhi cara siswa menilai dirinya, menghadapi tekanan, dan merespons kegagalan. Di sisi lain, siswa memerlukan resiliensi agar mampu bertahan, menyesuaikan diri, dan bangkit ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-doubt dan resiliensi pada siswa SMA Negeri 1 Karang Intan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Karang Intan. Sampel penelitian berjumlah 111 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket self-doubt berdasarkan Oleson dan Steckler (2010) dan angket resiliensi berdasarkan Reivich dan Shatté (2002), dengan skala model Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment setelah uji normalitas dan linearitas terpenuhi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara self-doubt dan resiliensi, dengan nilai koefisien korelasi r = -0,714 dan nilai signifikansi p < 0,001. Artinya, siswa yang memiliki self-doubt lebih tinggi cenderung memiliki resiliensi yang lebih rendah. Secara deskriptif, sebagian besar siswa berada pada kategori self-doubt rendah hingga sedang, sedangkan resiliensi siswa secara umum berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa keraguan terhadap kemampuan diri berkaitan dengan daya lenting siswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu diarahkan untuk membantu siswa mengelola keraguan diri, memperkuat keyakinan terhadap kemampuan diri, dan mengembangkan keterampilan menghadapi masalah secara adaptif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI