DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN SISIK IKAN TOMAN (Channa micropeltes) TERHADAP NILAI TSS, PH, DAN KEKERUHAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU (Studi Eksperimental pada Limbah Cair Industri di Pabrik Tahu X Martapura) | |
| PENGARANG | : | HAVIRA ALFIN ZAWARY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-04 |
Limbah cair industri tahu memiliki kandungan bahan organik dan padatan tersuspensi yang tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Salah satu alternatif pengolahan yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan kitosan dari sisik ikan toman (Channa micropeltes) sebagai biokoagulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan kitosan sisik ikan toman terhadap kadar Total Suspended Solid (TSS), nilai pH, dan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel limbah cair tahu diberikan perlakuan menggunakan variasi massa kitosan sebesar 20 mg, 24 mg, dan 28 mg. Parameter yang dianalisis meliputi kadar TSS, nilai pH, dan tingkat kekeruhan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif terjadi penurunan kadar TSS setelah pemberian kitosan, dengan penurunan terbesar pada variasi massa 20 mg, sedangkan nilai pH mengalami perubahan yang relatif kecil dan tingkat kekeruhan cenderung meningkat setelah perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variasi massa kitosan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar TSS (p = 0,065), nilai pH (p = 0,870), maupun tingkat kekeruhan (p = 0,466). Dengan demikian, penggunaan kitosan sisik ikan toman pada variasi massa yang digunakan dalam penelitian ini belum efektif sebagai biokoagulan untuk memperbaiki kualitas limbah cair industri tahu
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI