DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN TECHNOSTRESS DALAM MEMEDIASI PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DIGITAL DAN KOMPETENSI DIGITAL TERHADAP WORK-LIFE BALANCE PEGAWAI DISNAKERTRANS KOTABARU | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ZAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Muhammad Zaini. ”Peran Technostress Dalam Memediasi Pengaruh Lingkungan Kerja Digital dan Kompetensi Digital Terhadap Work-Life Balance Pegawai Disnakertrans Kotabaru. Dahniar (Pembimbing).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran technostress dalam memediasi pengaruh lingkungan kerja digital dan kompetensi digital terhadap work-life balance pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru sebanyak 64 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja digital tidak berpengaruh signifikan terhadap work-life balance. Kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap work-life balance, yang menunjukkan bahwa pegawai dengan kemampuan digital yang lebih baik cenderung lebih mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif sehingga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi lebih terjaga. Lingkungan kerja digital berpengaruh negatif dan signifikan terhadap technostress, sedangkan kompetensi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap technostress. Selanjutnya, technostress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work-life balance. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa technostress memediasi pengaruh lingkungan kerja digital terhadap work-life balance, namun tidak memediasi pengaruh kompetensi digital terhadap work-life balance. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi kerja di sektor publik daerah perlu dikelola tidak hanya melalui penyediaan teknologi, tetapi juga melalui penguatan dukungan sistem, kejelasan prosedur, bantuan teknis, dan pengendalian tekanan kerja digital. Dengan demikian, lingkungan kerja digital yang baik dapat menurunkan technostress dan mendukung terciptanya work-life balance pegawai.
Kata Kunci: lingkungan kerja digital, kompetensi digital, technostress, work-life balance, balance.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI