DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK, KREATIVITAS, DAN KOLABORASI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL NALAR, MEDIA ARTICULATE STORYLINE MURID KELAS V SDN BANUA ANYAR 3 BANJARMASIN
PENGARANG:RAHMI JULIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Julia, Rahmi. 2026. Meningkatkan Keterampilan Menyimak, Kreativitas, dan Kolaborasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Model NALAR, Media Articulate Storyline Murid Kelas V SDN Banua Anyar 3 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Diani Ayu Pratiwi, M.Pd.

Kata Kunci: Keterampilan Menyimak, Kreativitas, Kolaborasi, Model NALAR, dan Articulate Storyline.

?Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan menyimak, kreativitas, dan kolaborasi murid kelas V SDN Banua Anyar 3 Banjarmasin pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penyebabnya adalah pembelajaran yang monoton, berpusat pada guru, serta kurangnya penggunaan media inovatif. Alternatif pemecahannya adalah menggunakan model NALAR (perpaduan Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Discovery Learning) berbantuan media interaktif Articulate Storyline. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan menyimak, kreativitas, kolaborasi, dan Perkembangan murid.

?Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di SDN Banua Anyar 3 Banjarmasin tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian adalah 10 murid kelas V (5 laki-laki dan 5 perempuan). Data kualitatif dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru, murid, serta keterampilan menyimak, kreativitas, dan kolaborasi. Data perkembangan murid diperoleh melalui instrumen tes tertulis kelompok dan individu. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan persentase, tabel, dan grafik.

?Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari skor 33 pada pertemuan petama menjadi 40 pada pertemuan keempat dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat dari 30% menjadi 90% pada pertemuan keempat dengan kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif”’, keterampilan menyimak meningkat dari 30% menjadi 80% pada pertemuan keempat dengan kriteria “Hampir Sebagian Besar Murid Sangat Aktif’’, keterampilan kreativitas meningkat dari 20% menjadi 90% pada pertemuan keempat dengan kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif”, dan keterampilan kolaborasi meningkat dari 40% menjadi 90% pada pertemuan keempat dengan kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif”’. Selain itu, hasil belajar murid mengalami peningkatan, yaitu dari ketuntasan 30% pada pertemuan pertama menjadi 90% pada pertemuan keempat dengan kategori “Tuntas”  

?Kesimpulannya, model NALAR dengan media Articulate Storyline efektif meningkatkan keterampilan menyimak, kreativitas, kolaborasi, dan perkembangan murid. Disarankan bagi guru untuk menerapkan model dan media ini sebagai alternatif pembelajaran inovatif, serta bagi sekolah agar mendukung penyediaan fasilitas media digital demi meningkatkan mutu pembelajaran.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI