DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, MOTIVASI DAN KARAKTER WASAKA MUATAN IPAS MENGUNAKAN MODEL BALANTING PADA MURID KELAS V SDN TIGARUN | |
| PENGARANG | : | JULIANOR VATIKA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Putri, Julianor Vatika. (2026). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi Dan Karakter Wasaka Muatan Ipas Mengunakan Model Balanting Pada Murid Kelas V Sdn Tigarun.
Skripsi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. MuhsinahAnnisa, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi, Karakter Wasaka, Model BALANTING
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar IPAS murid kelas V SDN Tigarun. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan metode ceramah yang dominan, rendahnya keterlibatan aktif murid dalam pembelajaran, serta kurang optimalnya penanaman karakter kerja keras. Solusi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model BALANTING yang merupakan kombinasi dari model Problem Based Learning, Example Non Example, dan Snowball Throwing. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid melalui penerapan model BALANTING.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 12 murid kelas V SDN Tigarun pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data aktivitas guru, aktivitas murid, motivasi belajar, karakter WASAKA, dan hasil belajar diperoleh melalui lembar observasi. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes tertulis individu. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel, persentase, dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai skor 27 dengan kriteria sangat baik, aktivitas murid mencapai 91,67% dengan kriteria sangat aktif, kemampuan berpikir kritis murid meningkat dengan presentase 83,33% dengan kriteria sangat kritis, motivasi belajar murid mencapai kategori sangat tinggi dengan presentase 91,67%, karakter WASAKA (kerja keras) mencapai kriteria sudah membudaya dengan presentase 91,67%, dan hasil belajar murid pada aspek kognitif maupun psikomotorik mengalami peningkatan dengan presentase 91,67%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model BALANTING mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, motivasi, karakter WASAKA, dan hasil belajar murid pada muatan IPAS. Oleh karena itu, model BALANTING dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah dasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI