DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS, KERJA SAMA DAN KOMUNIKASI MELALUI MODEL LESTARI KELAS IV PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN TELAGA BIRU 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ZAHRAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Zahran. (2026). Meningkatkan Berpikir Kritis, Kerja Sama dan Komunikasi Melalui Model LESTARI Kelas IV Pendidikan Pancasila di SDN Telaga Biru 4 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing: Dr. Yogi Prihandoko, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kerja Sama, Komunikasi, Model LESTARI.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi tersebut disebabkan karena pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan murid dalam proses pembelajaran belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model LESTARI yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Numbered Head Together (NHT), dan Snowball Throwing (ST). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, dan hasil belajar murid.
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas IV SDN Telaga Biru 4 Banjarmasin yang berjumlah 25 orang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan keterampilan komunikasi. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari 71% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat. Aktivitas murid meningkat dari 24% menjadi 92%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 20% menjadi 84%, keterampilan kerja sama meningkat dari 24% menjadi 88%, dan keterampilan komunikasi meningkat dari 20% menjadi 84%. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar murid, yaitu ranah kognitif mencapai ketuntasan klasikal sebesar 88%, ranah afektif 92%, dan ranah psikomotorik 88% pada pertemuan keempat.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model LESTARI mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, keterampilan komunikasi, dan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN Telaga Biru 4 Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI