DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI DAN KERJASAMA SISWA MUATAN IPAS KELAS V MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BUNGAS BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DI SDN SUNGAI JINGAH 1 BANJARMASIN
PENGARANG:WINA NORJANNAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama siswa pada muatan IPAS. Kondisi tersebut disebabkan oleh kecenderungan siswa yag pasif dalam pembelajaran, kurangnya keterlibatan dalam berpikir kritis, serta kerjasama dalam kelompok. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut tersebut adalah melalui penerapan model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching, yaitu kombinasi dari Problem Based Learning, Make a Match. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama.

Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin berjumlah 16 siswa pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kerjasama siswa, sedangkan data kualitatif diperoleh melalaui tes tertulis secara individu. Teknik analisis data menggunakan kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 22 pada pertemuan pertama menjadi 32 pada pertemuan ketiga dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat dari 38% pada pertemuan pertama menjadi 81% pada pertemuan ketiga dengan kategori “Hampir Seluruh Siswa Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis murid meningkat dari 44% menjadi 81%, keterampilan komunikasi meningkat dari 38% menjadi 88%, dan keterampilan kerja sama meningkat dari 44% menjadi 88% pada pertemuan ketiga. Selain itu, hasil belajar murid juga mengalami peningkatan, yaitu dari ketuntasan klasikal 56% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan kategori “Tuntas”.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching dapat meningkatkan aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama siswa pada muatan IPAS. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau alternatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI