DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORASI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL, GI DAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SDN TATAH MESJID 2 BARITO KUALA | |
| PENGARANG | : | MARLIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Marliah, (2026). Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah, Berpikir Kritis dan Kolaborasi Menggunakan Model Pembelajaran PBL, GI dan Make A Match pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SDN Tatah Mesjid 2 Barito Kuala. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Tika Puspita Widya Rini, M.Pd. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Berpikir Kritis, Kolaborasi, Problem Based Learning, Group Investigation, Make A Match. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi murid kelas V pada mata pelajaran IPAS. Penyebabnya adalah proses pembelajaran yang belum menerapkan diskusi kelompok secara intensif, metode kurang variatif, serta murid yang cenderung pasif. Upaya mengatasinya adalah dengan menerapkan kombinasi model Problem Based Learning, Group Investigation, dan Make A Match. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 14 murid kelas V SDN Tatah Mesjid 2 Barito Kuala tahun pelajaran 2025/2026. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, murid, keterampilan pemecahan masalah, dan berpikir kritis. Data kuantitatif diperoleh dari angket kolaborasi dan tes tertulis hasil belajar individu maupun kelompok. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan penyajian tabel rentang skor dan persentase kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi model PBL, GI, dan Make A Match berhasil meningkatkan seluruh faktor yang diteliti pada setiap pertemuan. Aktivitas guru meningkat dari 81% hingga 100%. Aktivitas murid meningkat dari 21% hingga 100%. Keterampilan pemecahan masalah meningkat dari 21% hingga 93%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 36% hingga 100% dan keterampilan kolaborasi murid juga meningkat 36% hingga 100%. Sehingga mempengaruhi meningkatnya hasil belajar murid aspek kognitif meningkat dari 57% hingga 100%, aspek afektif meningkat dari 71% hingga 100% dan aspek psikomotorik meningkat dari 71% hingga 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi model PBL, GI, dan Make A Match efektif meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi murid. Disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk menjadikan kombinasi model ini sebagai referensi strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI