DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V MENGGUNAKAN MODEL PERMATA DI SDN KUIN UTARA 1 BANJARMASIN
PENGARANG:HAFIDZATUN NISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Nisa, Hafidzatun. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Menggunakan Model PERMATA di SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Ratna Purwanti, S.Pd., M.Pd

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Model PERMATA

 

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada muatan IPAS. Namun, rendahnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa masih menjadi tantangan yang dihadapi di SD, termasuk pada siswa kelas V SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, kurangnya kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif, serta belum optimalnya penerapan model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Solusi yang ditawarkan adalah model pembelajaran PERMATA yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Make a Match, dan Think Pair Share. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa pada muatan IPAS melalui penerapan model pembelajaran PERMATA.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Dilaksanakan di SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin dengan subjek sebanyak 22 siswa kelas V. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar dengan instrumen observasi aktivitas guru dan siswa, rubrik penilaian keterampilan berpikir kritis, serta lembar evaluasi hasil belajar. Pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis cross tabs.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga menjadi kriteria sangat baik. Aktivitas siswa meningkat hingga menjadi kriteria hampir seluruh siswa sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat hingga menjadi kriteria hampir seluruh siswa kritis. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat hingga menjadi kriteria seluruh siswa tuntas.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PERMATA dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa pada muatan IPAS. Peneliti menyarankan agar menggunakan model PERMATA sebagai alternatif model yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan meningkatkan hasil belajar.

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI