DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KERJASAMA, KARAKTER KAYUH BAIMBAI MATA PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL BINTANG PADA KELAS V SDN MELAYU 11 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NURUL ADHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Adha, NNurul. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, KerjaSama, Karakter Kayuh Baimbai Mata Pelajaran IPAS Menggunakan Model BINTANG Pada Kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Muhsinah Annisa, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja sama, Karakter Kayuh Baimbai, Model BINTANG
Pembelajaran IPAS di kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin menunjukkan rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, karakter Kayuh Baimbai, dan hasil belajar murid. Kondisi tersebut disebabkan murid belum terbiasa menganalisis permasalahan kontekstual, masih pasif dalam kerja kelompok, dan belum optimal menerapkan nilai gotong royong. Upaya yang dilakukan adalah menerapkan model BINTANG yang mengombinasikan Project Based Learning (PjBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Talking Stick. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, karakter Kayuh Baimbai, dan hasil belajar murid.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan di kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin dengan subjek 15 murid. Data diperoleh melalui observasi, tes, angket, dan dokumentasi menggunakan lembar observasi, soal tes, angket, serta rubrik penilaian. Data dianalisis secara deskriptif dan melalui analisis kecenderungan seluruh faktor penelitian (cross analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 72 pada pertemuan pertama menjadi 94 pada pertemuan keempat. Aktivitas murid meningkat dari 26,67% pada pertemuan 1 menjadi 86,67% pada pertemuan 4, keterampilan berpikir kritis dari 13,33% pada pertemuan pertama menjadi 86,67% pada pertemuan 4, kerja sama dari 26,67% pada pertemuan pertama menjadi 93,33% pada pertemuan 4, karakter Kayuh Baimbai dari 26,67% pada pertemuan 1 menjadi 86,67% pada pertemuan 4, hasil belajar kognitif dan afektif dari 26,67% pada pertemuan 1 menjadi 86,67% pada pertemuan 4, serta hasil belajar psikomotorik dari 13,33% pada pertemuan 1 menjadi 93,33% pada pertemuan 4.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model BINTANG mampu meningkatkan aktivitas guru dan murid, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, karakter Kayuh Baimbai, serta hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN Melayu 11 Banjarmasin. Guru disarankan menerapkan model BINTANG sebagai alternatif pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna serta mengembangkannya pada materi dan jenjang yang berbeda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI