DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH DAN KERJA SAMA MENGGUNAKAN MODEL BAGAWI KELAS IV PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN KUIN UTARA 5 BANJARMASIN
PENGARANG:MUHAMMAD HIDAYATULLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Hidayatullah, Muhammad, (2026). Meningkatkan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah Dan Kerja Sama Menggunakan Model Bagawi Kelas IV Pendidikan Pancasila Di SDN Kuin Utara 5 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing: kepada Dr. Yogi Prihandoko, S. Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kerja Sama, Model BAGAWI.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan oleh kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan berpikir dan bekerja sama belum berkembang secara maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model BAGAWI yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Group Investigation (GI), dan Snowball Throwing (ST). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kuin Utara 5 Banjarmasin yang berjumlah 16 orang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan keterampilan kerja sama. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari 72% pada pertemuan pertama menjadi 97% pada pertemuan keempat. Aktivitas siswa meningkat dari 19% menjadi 94%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 19% menjadi 88%, keterampilan pemecahan masalah meningkat dari 25% menjadi 88%, dan keterampilan kerja sama meningkat dari 25% menjadi 94%. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa, yaitu ranah kognitif mencapai ketuntasan klasikal sebesar 88%, ranah afektif 94%, dan ranah psikomotorik 88% pada pertemuan keempat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model BAGAWI mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI