DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF MENGGUNAKAN MODEL CEMARA PADA MURID KELAS II SDN KEBUN BUNGA 5 KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:NAHDIATUN AMALIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Amaliah, Nahdiatun. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi Dan Berpikir Kreatif Menggunakan Model CEMARA Pada Murid Kelas II SDN Kebun Bunga 5 Kota Banjarmasin.Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Noorhapizah, ST., M.Pd.

Kata Kunci: Aktivitas, Berpikir Kritis, Komunikasi, Berpikir Kreatif, CEMARA.

Rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan berpikir kreatif murid pada pembelajaran matematika disebabkan pembelajaran masih berpusat pada guru, penggunaan model pembelajaran kurang bervariasi, serta rendahnya keaktifan murid dalam pembelajaran. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model CEMARA. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, berpikir kreatif, serta hasil belajar murid.

Penelitian ini menggunakan (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah murid kelas II SDN Kebun Bunga 5 Banjarmasin yang berjumlah 17 orang yang terdiri 11 perempuan dan 6 laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, berpikir kreatif, serta hasil belajar murid yang diperoleh melalui tes tertulis secara individu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 25 dengan kriteria “baik” pada pertemuan 4 mengalami peningkatan menjadi skor 32 dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas murid pada pertemuan 1 memperoleh persentase 35% dengan kriteria “cukup aktif” meningkat menjadi 88% “sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis murid pada pertemuan 1 memperoleh persentase 29% dengan kriteria “kurang terampil” meningkat menjadi 82% dengan kriteria “sangat terampil”. Keterampilan komunikasi murid pada pertemuan 1 mendapatkan persentase 24% dengan kriteria “kurang terampil” meningkat menjadi 82% dengan kriteria “sangat terampil”. Keterampilan berpikir kreatif murid pada pertemuan 1 memperoleh persentase 18% dengan kriteria “kurang terampil” meningkat menjadi 82% dengan kriteria “sangat terampil”.  Hal ini berdampak positif pada peningkatan hasil belajar murid dari pertemuan 1 mendapatkan persentase 24% menjadi 88%.

Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan model CEMARA pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, berpikir kreatif, serta hasil belajar murid. Oleh karena itu, model CEMARA dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran pada muatan matematika di sekolah dasar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI