DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI DAN KERJASAMA MUATAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BETTER KELAS V SDN KUIN CERUCUK 1
PENGARANG:PUTRI NATASYA AZZAHRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-05


Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya keterampilan abad ke 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama murid pada muatan Pendidikan Pancasila kelas V SDN Kuin Cerucuk 1. Hal tersebut terjadi karena kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru, murid belum terlibat aktif dalam pembelajaran, dan murid belum memahami sepenuhnya materi Pendidikan Pancasila. Adapun solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran BETTER dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama, dan hasil belajar murid.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Kuin Cerucuk 1 dengan subjek penelitian sebanyak 21 murid reguler yang terdiri 8 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, serta keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kerjasama murid selama pembelajaran. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui presentase klasikal aktivitas guru serta aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama, dan hasil belajar yang diambil dari tes tertulis secara individu.

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya keterampilan abad ke 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama murid pada muatan Pendidikan Pancasila kelas V SDN Kuin Cerucuk 1. Hal tersebut terjadi karena kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru, murid belum terlibat aktif dalam pembelajaran, dan murid belum memahami sepenuhnya materi Pendidikan Pancasila. Adapun solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran BETTER dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama, dan hasil belajar murid.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Kuin Cerucuk 1 dengan subjek penelitian sebanyak 21 murid reguler yang terdiri 8 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, serta keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kerjasama murid selama pembelajaran. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui presentase klasikal aktivitas guru serta aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama, dan hasil belajar yang diambil dari tes tertulis secara individu.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari pertemuan 1 sampai 4. Aktivitas guru meningkkat dari skor 24 menjadi skor 35. Aktivitas murid meningkat dari presentase 24% menjadi 94% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis murid meningkat dari presentase 14% menjadi 86% dengan kriteria sangat kritis. Keterampilan komunikasi meningkat dari presentase 19% menjadi 90% dengan kriteria sangat terampil. Keterampilan kerjasama meningkat dari presentase 29% menjadi 90% dengan kriteria sangat terampil. Serta ketuntasan klasikal pada ranah afektif dari 33% menjadi 95%, ranah kognitif dari 33% menjadi 90%, dan ranah psikomotorik dari 29% menjadi 90%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model BETTER dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama yang berdampak pada hasil belajar murid. Penerapan model ini menjadi salah satu alternatif untuk melibatkan murid secara aktif sehingga mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama murid.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari pertemuan 1 sampai 4. Aktivitas guru meningkkat dari skor 24 menjadi skor 35. Aktivitas murid meningkat dari presentase 24% menjadi 94% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis murid meningkat dari presentase 14% menjadi 86% dengan kriteria sangat kritis. Keterampilan komunikasi meningkat dari presentase 19% menjadi 90% dengan kriteria sangat terampil. Keterampilan kerjasama meningkat dari presentase 29% menjadi 90% dengan kriteria sangat terampil. Serta ketuntasan klasikal pada ranah afektif dari 33% menjadi 95%, ranah kognitif dari 33% menjadi 90%, dan ranah psikomotorik dari 29% menjadi 90%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model BETTER dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama yang berdampak pada hasil belajar murid. Penerapan model ini menjadi salah satu alternatif untuk melibatkan murid secara aktif sehingga mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama murid.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI