DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH, DAN KERJA SAMA, MENGGUNAKAN MODEL PAGAT PADA MUATAN MATEMATIKA MURID KELAS VI SDN BENUA ANYAR 8 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IHSAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Ihsan, Muhammad. 2026. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Menggunakan Model PAGAT Pada Muatan Matematika Murid Kelas VI SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Fathul Jannah, M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas Murid, Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kerja Sama, Model PAGAT.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada muatan Matematika kelas VI SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin. Hal tersebut ditunjukkan oleh kurangnya perhatian murid selama pembelajaran, rendahnya keterlibatan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan sehingga hasil belajar murid belum optimal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan model PAGAT yang merupakan kombinasi dari Problem Based Learning (PBL), Team Assisted Individualization (TAI), dan Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan kerja sama murid.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada murid kelas VI SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar secara individu. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat pada pertemuan 1 dari skor 21 menjadi 32 pada pertemuan 3 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat pada pertemuan 1 dari 33% menjadi 97% pada pertemuan 3 dengan kategori “Hampir Seluruhnya Aktif”. Keterampilan berpikir kritis murid meningkat pada pertemuan 1 dari 36% menjadi 81% pada pertemuan 3, keterampilan pemecahan masalah meningkat pada pertemuan 1 dari 31% menjadi 81% pada pertemuan 3, dan keterampilan kerja sama murid juga meningkat pada pertemuan 1 dari 33% menjadi 94% pada pertemuan 3. Selain itu, hasil belajar murid juga meningkat pada pertemuan 1 dari ketuntasan 28% menjadi 83% pada pertemuan 3 dengan kategori “Tuntas”.
Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model PAGAT pada pembelajaran berhasil mencapai indikator keberhasilan. Aktivitas guru memperoleh kriteria sangat baik, aktivitas murid sangat aktif, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama sangat terampil, serta hasil belajar murid mencapai ketuntasan klasikal. Model PAGAT dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Matematika di sekolah dasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI