DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL LENTERA DI KELAS IV SDN SUNGAI MIAI 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MISNAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Misnawati. (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, Dan Kolaborasi Pendidikan Pancasila Menggunakan Model LENTERA Di Kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin.Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Fathul Jannah, M.P.d.
Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, Kolaborasi, Model LENTERA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan karena murid kesulitan dalam mengenali dan memahami permasalahan yang diberikan guru, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, partisipasi murid belum merata saat diskusi dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan model LENTERA, yaitu kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Talk Write, dan Numbered Heads Together. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi setelah diterapkan model LENTERA.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tigas pertemuan di kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin, semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pendidik, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, dan tes evaluasi untuk hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase, tabel, dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari skor 28 pada pertemuan pertama menjadi 32 pada pertemuan ketiga dengan kategori ”Sangat Baik”. Aktivitas murid meningkat dari 29% pada pertemuan pertama menjadi 92% pada pertemuan ketiga dengan kategori Hampir Seluruh Murid Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 29% pada pertemuan pertama menjadi 92% pada pertemuan ketiga dengan kategori ”Hampir Seluruh Murid Sangat terampil”. Keterampilan komunikasi meningkat dari 36% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan kategori ”Seluruh Murid Sangat Serampil”. Keterampian kolaborasi meningkat dari 29% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan kategori ”Seluruh Murid Sangat Terampil”. Hasil belajar murid juga meningkat dari ketuntasan 46% pada pertemuan pertama menjadi 89% pada pertemuan ketiga.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model LENTERA dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi. Penelitian ini disarankan untuk kepala sekolah, guru, dan peneliti lain yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan model pembelajaran yang inovatif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI