DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KARAKTER WASAKA MENGGUNAKAN MODEL PRIME PADA MUATAN IPAS KELAS V SDN MELAYU 7 BANJARMASIN
PENGARANG:SITI HERDAYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Herdayanti, Siti. 2026. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Karakter WASAKA Menggunakan Model PRIME Pada Muatan IPAS Kelas V SDN Melayu 7 Banjarmasin.Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dosen Pembimbing: Dr. Muhsinah Annisa, S.Si., M. Pd.

 

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Komunikasi, Karakter WASAKA, Model PRIME

 

Permasalahan penelitian ialah rendahnya aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar pada muatan IPAS kelas V SDN Melayu 7 Banjarmasin. Permasalahan tersebut disebabkan karena pembelajaran masih didominasi metode ceramah berlangsung satu arah, murid kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurangnya kesempatan untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat, serta belum optimalnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu melatih berpikir kritis, komunikasi, dan karakter kerja keras. Upaya mengatasi permasalahan tersebut dilakukan dengan menerapkan model PRIME yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Time Token. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta meningkatkan aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid pada muatan IPAS.

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan Kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 12 murid kelas V SDN Melayu 7 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai pertemuan 4 meningkat dari skor 16 hingga mencapai skor maksimal 32 dengan kriteria "Sangat Baik". Aktivitas murid mengalami peningkatan dari 42% pada pertemuan pertama menjadi 80% pada pertemuan keempat dengan kriteria "Seluruh Murid Sangat Aktif". Kemampuan berpikir kritis meningkat secara bertahap hingga mencapai 80% pada pertemuan keempat dengan kriteria "Seluruh Murid Sangat Kritis". Kemampuan komunikasi murid juga mengalami peningkatan hingga mencapai kategori "Sangat Terampil" secara klasikal. Karakter WASAKA meningkat pada setiap pertemuan hingga mencapai indikator keberhasilan secara klasikal. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar murid yang meningkat pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik hingga mencapai ketuntasan klasikal sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PRIME mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid pada muatan IPAS kelas V SDN Melayu 7 Banjarmasin. Hasil penelititan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI