DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, LITERASI, DAN KOLABORASI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PELITA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN BERANGAS 2 | |
| PENGARANG | : | TRI FIRDIA AGUSTIA RAHMI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Rahmi, Tri Firdia Agustia. (2026), Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi, dan Kolaborasi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran PELITA Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SDN Berangas 2. Skripsi Jurusan Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing; Wahdah Refia Rafianti, S.Sn., M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Literasi,Kolaborasi, Model PELITA
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru dan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan literasi, keterampilan kolaborasi, serta hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, kurang bervariasinya model pembelajaran, serta rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Solusi yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran PELITA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan literasi, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada siswa kelas V SDN Berangas 2 semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Data penelitian meliputi data observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan literasi, dan keterampilan kolaborasi, serta data hasil tes kelompok dan tes individu. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 27 (75%) menjadi 35 (97%) dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa meningkat dari 44% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 40% menjadi 88%, keterampilan literasi meningkat dari 40% menjadi 92%, keterampilan kolaborasi meningkat dari 48% menjadi 96%, serta hasil belajar siswa meningkat dari 60% menjadi 100%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PELITA mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan literasi, keterampilan kolaborasi, serta hasil belajar siswa. Penelitian ini disarankan bagi sekolah, guru, pengawas sekolah, dan peneliti selanjutnya sebagai salah satu alternatif penerapan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI