DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PINTAR DI SDN MELAYU 11 BANJARMASIN
PENGARANG:SITI FATIMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Fatimah, Siti (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi Siswa Kelas IV Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Menggunakan Model PINTAR di SDN Melayu 11 Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D.

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Komunikasi, Kolaborasi, Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, Numbered Head Together, Model PINTAR

 

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila akibat penggunaan model pembelajaran konvensional, minimnya pembiasaan menghadapi masalah, pembelajaran yang monoton, serta kurangnya kegiatan kelompok. Solusi yang diterapkan adalah model pembelajaran PINTAR, kombinasi Problem Based Learning (PBL), Two Stay Two Stray (TSTS), dan Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru dan siswa, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart di kelas IV SDN Melayu 11 Banjarmasin tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek 12 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta tes individu dan kelompok. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kecenderungan.

Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari 72% (Baik) menjadi 95% (Sangat Baik). Aktivitas siswa meningkat dari 25% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Aktif) menjadi 92% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Aktif). Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 17% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Terampil) menjadi 83% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil), komunikasi dari 25% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Terampil) menjadi 92% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil), dan kolaborasi dari 25% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Terampil) menjadi 92% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil). Hasil belajar aspek kognitif meningkat dari 42% (Sebagian Kecil Siswa Tuntas) menjadi 100% (Seluruh Siswa Tuntas), psikomotorik dari 33% (Sebagian Kecil Siswa Tuntas) menjadi 92% (Hampir Seluruh Siswa Tuntas), dan afektif dari 42% (Sebagian Kecil Siswa Tuntas) menjadi 100% (Seluruh Siswa Tuntas).

Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa model PINTAR mampu meningkatkan aktivitas guru dan siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta hasil belajar siswa pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Model ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepala sekolah, guru, siswa, pengawas sekolah, dan peneliti selanjutnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI