DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI, BERPIKIR KRITIS, DAN KOLABORASI MUATAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEREKAT PADA SISWA KELAS VA SDN 2 SYAMSUDIN NOOR BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | DEA ANNISA SYAWALUNA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
ABSTRAK
Syawaluna, Dea Annisa. (2026). Meningkatkan Keterampilan Komunikasi, Berpikir Kritis, dan Kolaborasi Muatan Matematika Menggunakan Model PEREKAT Pada Siswa Kelas VA SDN 2 Syamsudin Noor Banjarbaru. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Ari Hidayat, M.Pd.
Kata Kunci: Komunikasi, Berpikir Kritis, Kolaborasi, Model PEREKAT.
Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan komunikasi siswa. Hal ini disebabkan karena siswa belum percaya diri untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, belum mampu bekerja sama secara efektif dalam pembagian tugas kelompok, serta masih bergantung pada arahan guru sehingga belum mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan permasalahan secara mandiri. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model PEREKAT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN 2 Syamsudin Noor Banjarbaru pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 29 orang, terdiri atas 16 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan komunikasi, berpikir kritis dan kolaborasi serta data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diamati. Aktivitas guru meningkat dari skor 27 pada pertemuan I menjadi 30 pada pertemuan IV. Aktivitas siswa meningkat dari 17% menjadi 79%. Keterampilan komunikasi siswa mengalami peningkatan dari 17% menjadi 83%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 17% menjadi 79%, dan keterampilan kolaborasi meningkat dari 17% menjadi 83 %. Selain itu, ketuntasan hasil belajar secara klasikal juga mengalami peningkatan dari 10% pada pertemuan I menjadi 86% pada pertemuan IV. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, keterampilan siswa, serta hasil belajar secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PEREKAT dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi dan hasil belajar siswa. Disarankan model PEREKAT dapat dijadikan sebagai referensi alternatif dalam menigkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi dan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI