DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI DAN KARAKTER WASAKA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL BARIKIT KELAS IV SDN TELAGA BIRU 5 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NORASIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-06 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid pada muatan IPAS kelas IV SDN Telaga Biru 5 Banjarmasin. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang belum melatih kemampuan berpikir kritis, penggunaan metode ceramah yang masih dominan, rendahnya partisipasi aktif murid, serta kurangnya sikap kerja keras dalam menyelesaikan tugas. Solusi yang diterapkan adalah model BARIKIT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid pada muatan IPAS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Telaga Biru 5 Banjarmasin dengan subjek sebanyak murid yang terdiri atas 9 laki-laki dan 10 perempuan. Data diperoleh dari guru dan murid melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), serta tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan ketuntasan individual dan klasikal.ktivitas murid, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), serta tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan ketuntasan individual dan klasikal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik. Aktivitas murid meningkat hingga mencapai persentase klasikal 94,74% dengan kategori hampir seluruh murid sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis meningkat hingga mencapai persentase klasikal 94,74%. Keterampilan komunikasi meningkat hingga mencapai persentase klasikal 89,47% dengan kategori sangat terampil. Karakter WASAKA (kerja keras) meningkat hingga kategori sudah membudaya dengan persentase klasikal 84,21%. Hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal masing-masing sebesar 94,74%, 94,74% dan 84,21%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model BARIKIT mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar murid pada muatan IPAS kelas IV SDN Telaga Biru 5 Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI