DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI, DAN KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MODEL BANGSA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN 1 PANGGUNG HULU SUNGAI TENGAH
PENGARANG:DINA PUTERIYANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Puteriyani,Dina.2026.MeningkatkanKeterampilanBerpikirKritis,Kolaborasi, dan Komunikasi Menggunakan Model BANGSA Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN 1 Panggung Hulu Sungai Tengah. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasae, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Dr. Noorhapizah, ST., M.Pd.

 

KataKunci:BerpikirKritis,Kolaborasi,Komunikasi, BANGSA

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis,kolaborasi,dankomunikasimuridpadamatapelajaranPendidikanPancasila. Kondisi tersebut disebabkan oleh strategi pembelajaran yang belum mampu menantang daya pikir murid, kurangnya tanggung jawab murid dalam kegiatan diskusi, serta rendahnya kepercayaan diri murid dalam menyampaikan gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, keterampilan komunikasi, dan hasil belajar murid melalui penerapan model BANGSA pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.

Penelitian ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan dengan subjek penelitiansiswakelasVSDN1PanggungHuluSungaiTengahyangberjumlah20 orang, terdiri atas 11 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, keterampilan komunikasi, dan hasil belajar murid.

Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapeningkatanpadaseluruhaspekyang diamati. Aktivitas guru meningkat dari 78% pada pertemuan pertama menjadi 100%padapertemuankeempat.Aktivitasmuridmeningkatdari25%menjadi90%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 25% menjadi 85%, dan keterampilan komunikasi meningkat dari 20% menjadi 85%. Selain itu, ketuntasan hasil belajar murid juga mengalami peningkatan dari 25% menjadi 85%.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model BANGSA efektif sebagaialternatifpembelajaraninovatifuntukmengembangkanketerampilanabad ke-21, khususnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan model BANGSA sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada murid, serta menyesuaikan penerapannya dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik agar pembelajaran berlangsung lebih aktif, bermakna, dan mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI