DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJA SAMA SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PRIME + MEDIA KAHOOT DI SDN KELAYAN DALAM 4 BANJARMASIN
PENGARANG:MUHAMMAD NAUFAL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Naufal, Muhammad (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kerja Sama Siswa Kelas V Mata Pelajaran IPAS Menggunakan Model PRIME + Media Kahoot di SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing : Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kerja Sama, Model PRIME, Media Kahoot, IPAS.

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru dan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa pada muatan IPAS yang disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi serta rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, tidak adanya menggunakan model dan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa cepat bosan dalam belajar. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran PRIME (Problem Based Learning dan Team Games Tournament) + media Kahoot dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 4 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin yang berjumlah 19 orang, terdiri atas 10 siswa laki- laki dan 9 siswi perempuan pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa, serta hasil belajar siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas guru meningkat dari kriteria “baik” menjadi “sangat baik”, aktivitas siswa meningkat dari “sebagian kecil sangat aktif” menjadi “hampir seluruh siswa sangat aktif”, keterampilan berpikir kritis meningkat dari “sebagian kecil siswa sangat terampil” menjadi “hampir seluruh siswa sangat terampil”, keterampilan kerja sama meningkat dari “sebagian kecil siswa sangat terampil” menjadi “hampir seluruh siswa sangat terampil”. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa, yaitu aspek afektif dari kriteria “sebagian kecil siswa berperilaku sangat baik”, meniadi “hampir seluruh siswa berperilaku sangat baik”, aspek psikomotorik dari “sebagian kecil siswa sangat terampil”, menjadi “hampir seluruh siswa sangat terampil”, dan aspek kognitif dari 10 siswa tuntas, menjadi 18 siswa tuntas dari total keseluruhan 19 siswa.

Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi model PRIME yang terintegrasi dengan media Kahoot efektif meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan peneliti selanjutnya dalam mengimplementasikan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI