DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KEDISIPLINAN DIRI, DAN KERJA SAMA MURID PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL BATUAH KELAS III SDN BELITUNG SELATAN 9 BANJARMASIN
PENGARANG:MAULIDA ARYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Aryanti, Maulida (2026). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kedisiplinan Diri, dan Kerja Sama Murid Pada Mata Pelajaran Matematika MenggunakanModel BATUAHKelas III SDN Belittung Selatan 9. Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Fathul Jannah, M.Pd.

 

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kedisiplinan Diri, Kerja Sama, Model BATUAH, Pembelajaran Matematika.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama murid pada pembelajaran Matematika. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi oleh penjelasan guru sehingga kesempatan murid untuk memecahkan masalah secara mandiri masih terbatas, murid belum memanfaatkan waktu belajar secara efektif dan  pengelolaan kerja kelompok yang belum optimal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan model BATUAH, yaitu kombinasi Problem Based Learning (PBL), Numbered Head Together (NHT), dan Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru serta peningkatan aktivitas murid, menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama murid pada pembelajaran Matematika.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan melalui  tahapan perencanaa, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini berlangsung di kelas III SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin dengan melibatkan 10 murid sebagai objerk penelitian. Sumber data diperoleh melalui aktivitas guru dan murid sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, dan kerja sama, serta tes tertulis individu untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 89% menjadi 100%, aktivitas murid dari 50% menjadi 90%, keterampilan berpikir kritis dari 30% menjadi 90%, kedisiplinan diri dari 40% menjadi 90%, dan kerja sama dari 50% menjadi 90%. Hasil belajar murid juga meningkat, yaitu ranah kognitif dari 30% menjadi 90%, afektif dari 50% menjadi 100%, dan psikomotorik dari 50% menjadi 100%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model BATUAH mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, kedisiplinan diri, kerja sama, dan hasil belajar murid pada pembelajaran Matematika. Model BATUAH dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar di sekolah dasar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI