DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR MURID KELAS III MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL LEO DI SDN KELAYAN SELATAN 9
PENGARANG:MUHAMMAD FIRDAUS
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan 

pemecahan masalah, kemampuan kerja sama, dan hasil belajar murid dalam 

pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar. Hal ini disebabkan karena 

pembelajaran cenderung satu arah, minim variasi model pembelajaran, dan sumber 

belajar yang digunakan masih dominan tekstual. Solusi yang dapat digunakan

untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model LEO

(Problem Based Learning, Team Games Tournament dan Course Review Horay). 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta 

menganalisis peningkatan aktivitas, keterampilan pemecahan masalah, 

kemampuan kerja sama, dan hasil belajar murid melalui penerapan model LEO.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan 

desain Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan di SDN Kelayan Selatan 

9 Banjarmasin pada murid kelas III semester II tahun ajaran 2025/2026 dengan

subjek 27 murid. Sumber data meliputi guru dan murid. Data kualitatif diperoleh 

melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan 

masalah, dan kerja sama, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar. 

Teknik pengumpulan data meliputi observasi, evaluasi, catatan lapangan, dan 

dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar penilaian 

hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif melalui skor, persentase, tabel, grafik, 

dan interpretasi kriteria keberhasilan.

Hasil penelitian dalam empat pertemuan menunjukkan peningkatan pada 

seluruh aspek. Aktivitas guru meningkat dari skor 25 atau 78% menjadi skor 32 

atau 100% dengan kriteria sangat baik. Aktivitas murid meningkat dari 44% 

menjadi 89% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan pemecahan masalah 

meningkat dari 33% menjadi 89%, sedangkan kerja sama meningkat dari 37% 

menjadi 93% dengan kriteria sangat terampil. Hasil belajar meningkat pada ranah 

afektif dari 56% menjadi 96%, kognitif dari 30% menjadi 89%, dan psikomotorik 

dari 52% menjadi 93% secara klasikal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan model LEO dapat 

meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan pemecahan masalah, 

keterampilan kerja sama, dan hasil belajar murid. Adapun saran bagi kepala 

sekolah, guru, dan peneliti lain adalah agar hasil penelitian ini dapat dijadikan 

sebagai referensi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI